Home | EKBIS

TegarTV - HIMBAUAN KEWASPADAAN PENIPUAN JANJI PELUNASAN KREDIT

Share To: Telah Dibaca: 54 Kali

Sehubungan dengan maraknya informasi yang menyebar di masyarakat, yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab mengenai janji pelunasan kredit dan ajakan untuk tidak membayar utang kepada bank, lembaga pembiayaan dan lembaga keuangan non bank lainnya, Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai hal tersebut, Khusus di Provinsi Lampung, pasalnya BI mendapat laporan dari sejumlah debitur, bank umum dan lembaga keuangan lainnya di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Timur, bahwa terdapat pihak yang tidak bertanggungjawab yang  menawarkan janji pelunasan kredit dengan jaminan Surat Berharga palsu yang salah satunya disebutkan berasal dari Bank Indonesia.

Merespons kejadian tersebut, Bank Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa praktik tersebut tidak benar dan ditengarai merupakan modus penipuan yang dapat merugikan masyarakat dan industri jasa keuangan. Bank Indonesia menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati terhadap penawaran dan/atau ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut dan tetap menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan lembaga keuangan bank dan non bank.

Modus penipuan berupa janji pelunasan utang antara lain dilakukan sebagai berikut: Pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut mengatasnamakan negara, lembaga negara, dan/atau lembaga internasional tertentu. Pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut menjanjikan pelunasan kredit, dan ajakan untuk tidak membayar utang ke bank-bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya. Melalui debitur yang mengalami permasalahan kredit, dijanjikan akan dilunasi hutangnya dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Surat Berharga lainnya yang dimiliki oleh pihak tersebut.

Dalam beberapa kasus ditemukan informasi bahwa pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut meminta debitur bermasalah untuk membayarkan sejumlah uang sebagai biaya administrasi penyelesaian utang atau biaya administrasi keanggotaan dengan jumlah nominal tertentu (contoh: di wilayah Cirebon berkisar antara Rp300.000,00 s.d. Rp500.000,00). Pada kasus yang lain, mereka tidak memungut biaya, namun meminta seluruh data pribadi nasabah termasuk data keuangan, KTP, data perusahaan, dll. yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dalam beberapa kasus di daerah lain diperoleh informasi bahwa pihak yang dimaksud juga meminta debitur bermasalah untuk mencari debitur lainnya untuk diajak bergabung. Pada banyak kasus yang terjadi, mereka biasanya beroperasi di daerah pelosok yang jauh dari pusat aktivitas bisnis maupun pemerintahan.

Dalam menjalankan aksi penipuannya, pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut menyatakan bahwa utang rakyat Indonesia telah dilunasi melalui pembayaran nontunai kepada Bank Indonesia dan 6 (enam) bank, yakni BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan CIMB Niaga.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Bank Indonesia menyatakan bahwa: Informasi yang telah menyebar dimasyarakat sehubungan dengan adanya janji pelunasan kredit dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia sebagaimana yang disampaikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab adalah tidak benar dan merupakan tindakan penipuan dan tindakan penyalahgunaan nama Bank Indonesia.

Terkait dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) / Surat Berharga lainnya yang diduga dikeluarkan oleh Bank Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) / Surat Berharga lainnya tersebut palsu. Dalam beberapa tahun terakhir ini Bank Indonesia menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia dalam bentuk tidak tercetak (paperless).

Bank Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang dirugikan berkaitan dengan hal tersebut. Kepada lembaga keuangan yang ada di Provinsi Lampung agar lebih meningkatkan kehati-hatiannya apabila ada pihak-pihak yang diduga tidak bertanggungjawab untuk melakukan foto bersama yang bisa dipandang sebagai bentuk dukungan kepada pihak tersebut atau disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, untuk menghindari risiko atas hal-hal yang tidak diinginkan, apabila diperlukan kepada masyarakat yang mendapat penawaran seperti tersebut di atas agar dapat mengkonfirmasikan terlebih dahulu kepada Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

 


Comments

 
By: - September 21, 2016 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • Aliansi Mahasiswa Tagih Janji Pembangunan Monumen Tragedi UBL Berdarah
  • Kapolda Janji Bantu 23 Anak Panti Asuhan Nurul Jamil
  • Zulkifli Hasan Minta Kepala Daerah Tepati Janji Kampanye
  • 4 Balon Bupati Pesawaran Sampaikan Janji Manis Lewat Visi Misi
  • Bupati Janji Akan Penuhi Harapan Warga

  • Copyright © 2016 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"