Home | HEADLINE

TegarTV - Ular Sanca Jadi Sahabat Mencari Nafkah

Share To: Telah Dibaca: 721 Kali

Minimnya lapangan pekerjaan di Kota, membuat sebagian orang kesulitan untuk mencari pekerjaan. Jumiran pria asal Jawa Timur, memilih menjadi pengamen dengan menari bersama ular untuk  mengais rezeki. Ia keliling pasar SMEP Bandarlampung untuk mengumpulkan rupiah. Kehadiran pengamen ular cukup menghibur para pedagang, namun sjeumlah ibu justru menjadi ngerin dan takut melihat Ular Sanca yang melilit tubuh Jumiran.

Sambil mempermainkan ular sanca yang panjang dan besar, diiringi alunan musik khas jawa timur, Jumiran mengamen dari warung ke warung. Meminta uang recehan seikhlasnya.

Ambisi yang kuat Jumiran untuk menghidupi keluarganya patut diacungi jempol. Hal ini terlihat dari usahanya mengalungkan Ular Sanca di lehernya dan juga tak tanggung-tanggung ia mengubah diri layaknya seperti sedang mengadakan atraksi di panggung, ditemani oleh temannya bernama Riswanto yang bertugas sebagai pembawa serta mengatur pengeras suara musik , pria berumur 58 ini tidak kenal lelah untuk mengumpulkan recehan.

Sebelum menekuni pekerjaan ini, Jumiran mengatakan pernah mengamen tetapi tidak menggunakan ular melainkan hanya bermodalkan menyanyi dan alunan musik, tetapi sekitar 2 bulan yang lalu tanpa sengaja ia menemukan Ular Sanca di Kalianda, terbersit di pikiran pria ini  untuk memelihara dan menggunakan ular hasil tangkapannya agar meramaikan pertunjukannya.

Jumiran dan Riswanto tidak hanya beroperasi di Pasar Smep Bandar Lampung saja, tetapi Pasar Pringsewu , Kota Agung dan Pagelaran pun menjadi incarannya, sebagai tulang punggung keluarga Jumiran yang hanya mengharapkan pemasukan dari pekerjaan ini terlihat sangat gigih dan ikhlas menjalankan pekerjaannya meskipun sedang melaksanakan ibadah puasa , sedangkan Riswanto mengakatan ia menjadikan pekerjaan mengamen ini sebagai sampingannya dan seseran untuk menambah pemasukan, ujar pekerja pemuat tebu di Lampung Utara itu.

Antusias para penikmat atraksi ini terkesan sangat terhibur melihat pertunjukan yang berbeda dan jarang dilakoni para pengamen pada umumnya, tak jarang banyak orang yang disekitarnya menolak atraksi tersebut dikarenakan takut membahayakan dirinya.

Jumiran juga mengatakn keuntungan yang didapat cukup untuk menafkahi keluarganya, dengan kegigihannya pria ini mendapaktakan penghasilan 200 ribu – 300 ribu rupiah perhari , pria ini pun mengalokasikan dananya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pendidikan anak-anaknya. Karena penghasilannya dirasa sudah cukup , ia akan terus menekuni pekerjaan ini.


Comments

 
By: - Juli 11, 2013 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • Warga Tuntut Tanah Eks Way Halim Jadi Milik Rakyat
  • Desa Wonodadi Jadi Lumbung Ternak Sapi
  • Pemerintah Akan Tolak Proyek Asal Jadi.
  • Adeham Dilantik Jadi Pj Bupati Tubabar
  • Irwasum Kukuhkan Polda Lampung Jadi Tipe A

  • Copyright © 2013 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"