Home | PENDIDIKAN

TegarTV - 450 Pekerja Anak Dikembalikan ke Sekolah

Share To: Telah Dibaca: 437 Kali

Sebanyak 450 pekerja anak di Lampung ditarik dari lingkungan kerjanya untuk kembali mengenyam pendidikan di sekolah. Mereka kebanyakan berasal dari home industri, buruh tani, dan lingkungan kerja informal.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Wahab Bangkona mengungkapkan, penarikan pekerja anak ini bukan hanya di Lampung. Tetapi juga pada 21 provinsi dan 89 kabupaten/kota se-Indonesia. Program ini upaya pemerintah untuk mengurangi pekerja anak.

Hal itu diungkapkan Abdul Wahab Bangkona saat penyerahan paket bantuan sekolah di Balai Keratun Pemprov Lampung, hari Rabu.

Abdul Wahab menjelaskan, melalui program pengurangan pekerja anak untuk mendukung program keluarga harapan (PPA-PKH). Kemenakertrans menargetkan tahun ini penarikan pekerja anak di seluruh Indonesia mencapai 11 ribu anak. Sejak 2008, sudah ada sekitar 32 ribu pekerja anak yang ditarik dari lingkungan kerja, Diperkirakan masih ada 300 ribu lagi pekerja anak yang belum tertarik, menteri Tenaga kerja ingin segera tuntas/ namun terkendala keterbatasan anggaran.

Oleh karena itu menteri meminta program PPA-PKH ini didukung oleh pemerintah daerah maupun elemen terkait lainnya. Menteri juga mengapresiasi perhatian pemprov yang turut membantu dan memfasilitasi pelaksanaan program ini. Wahab menyampaikan, pekerja anak timbul karena dipicu oleh ekonomi keluarga yang kekurangan. Menurutnya, meskipun sekolah gratis, kalau ekonomi keluarga kekurangan, orang tua akan menyuruh anak untuk bekerja/perlunya dukungan untuk penguatan keluarga.
Selain itu, pihaknya akan menindak tegas perusahaan yang mempekerjakan anak, Perusahaan bisa dikenakan sanksi teguran, perdata hingga pidana.
Wahab mengakui, rata-rata perusahaan yang melanggar mayoritas dari perusahaan padat karya dan usaha kecil menengah.

Kepala Disnakertrans Lampung Piterdono mengatakan, 450 pekerja anak yang ditarik kembali ke sekolah tersebut tersebar di kabupaten/kota se Lampung. Hanya masih terdapat tiga kabupaten yang belum tersentuh. Dalam proses penarikan tersebut, anak diberikan uang saku 250 ribu rupiah empat kali selama empat bulan. Anak tersebut ditempatkan di rumah singgah satu bulan sebelum dilepas ke sekolah.

Piter mengaku, belum mendapatkan data resmi terkait jumlah pekerja anak di Lampung. Menurutnya, pekerja anak diketahui banyak yang bekerja sebagai buruh tani, pekerja informal maupun home industry.(Ahm)


Comments

 
By: - Juni 22, 2013 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • Kapolda Larang Pendemo Ke Jakarta
  • Dinsos Akan Lindungi Anak Bermasalah
  • One Day For Children
  • Festival Way Kambas Ke 16
  • Dinsos Akan Bentuk Desa Peduli Anak

  • Copyright © 2013 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"