Home | HEADLINE

TegarTV - Keterlibatan Langsung Pasukan Elit Asing di Suriah Terbukti Adanya

Share To: Telah Dibaca: 912 Kali

Keterlibatan Spetsnaz dalam konflik Suriah terungkap pada wawancara langsung antara wartawan Argumenti Rusia dengan seorang perwira pasukan khusus tentara cadangan Rusia. Pangkat terakhir dari narasumber adalah Kolonel veteran yang saat ini bekerja di perusahaan Rosoboronexport. Perusahaan ini bergerak dalam bidang eksport pelatihan, teknologi pertahanan dan juga peralatan militer yang berasal dari Rusia. Dia adalah Kolonel Vitaly, yang bekerja sebagai instruktur Pasukan Khusus Suriah. 

Ribuan anggota unit khusus Angkatan Darat Suriah saat ini terlibat dalam bentrokan bersenjata dengan unit pemberontak “Tentara Pembebasan Suriah” (FSA). Ternyata kedua unit yang berseteru ini sama-sama dilatih oleh instruktur militer dari berbagai negara, salah satunya bekas republik Soviet yang sangat pengalaman dalam konflik bersenjata lokal dan internasional. Adapun penuturannya dapat kita lihat dibawah ini.

Bagaimana Anda bisa datang ke Suriah?

Saya lulus dari Akademi Militer di Novosibirsk, di mana saya memiliki spesialisasi dalam misi pengintaian khusus. Setelah lulus, sayaditugaskan  ke Afghanistan. Setelah masa tugas ke Afghanistan berakhir, saya kemudian dikirim ke Tajikistan, Abkhazia, dua kali ke Chechnya. Saya menjadi komandan tertinggi unit pengintai di semua tempat saya ditugaskan.

Hasil dari pengabdian saya pada negara membuat saya menjadi salah satu penerima bintang jasa. Menjelang pensiun, saya masuk ke pasukan cadangan, dan akhirnya saya mulai bekerja untuk Rosoboronexport. Saya datang ke Suriah sebagai wakil perusahaan. Kemudian, di Suriah dipekerjakan sebagai seorang instruktur untuk unit pasukan khusus.

Pasukan Militer Suriah Yang Mana Sebenarnya Yang Paling Kuat??

Ada banyak kecerobohan yang terjadi pada pasukan reguler. Hanya Pasukan Khusus yang benar-benar mampu melakukan perang brutal ini. Unit-unit tempur dari pasukan khusus kebanyakan terdiri dari etnis Alawi dan Kristen. Mereka mampu belajar dengan sangat cepat, mereka tidak kalah hebat daripada Spetsnaz dalam kemampuan tempurnya. Bahkan, mereka mampu menggunakan sistem intelijen  terbaru. Bahkan tentara Rusia sendiripun hanya bisa bermimpi untuk menggunakan alat-alat tersebut.  

Anda mengatakan bahwa Pasukan Khusus Suriah Sangat Terlatih. Tetapi, mengapa mereka begitu lama tidak mampu membersihkan Aleppo?

Saya secara pribadi telah mengirim Chifrogram dua tahun lalu, di mana saya telah memberitahukan bahwa pemberontak bersenjata sudah mulai berkonsentrasi di kota. Sayangnya Damaskus sama sekali tidak menjawabnya. Sementara itu, para pejuang pemberontak terlanjur berhasil membangun beberapa benteng yang cukup bagus di beberapa daerah perkotaan.

Seluruh kota ini saling terhubung oleh jaringan terowongan yang dibangun oleh pasukan pemberontak, sehingga mobilisasi dan suplai logistik pasukan pemberontak menjadi sangat cepat. Itu situasi yang sama persis dengan yang pernah terjadi di Grozny tahun 1995. Oleh karena itu, saya kemudian memutuskan untuk melatih unit khusus untuk misi di lingkungan perkotaan. Keputusan ini dikonfirmasi oleh Presiden Assad secara pribadi. Tiga bulan pelatihan intensif di pinggiran kota Damaskus. Pada akhir September, pasukan kami terjunkan ke medan tempur. Hasilnya, Aleppo sekarang sudah dibawah kendali pasukan Suriah.

Apa taktik unit khusus Anda?

Prosedur pertempuran pada pasukan khusus Suriah sebenarnya cukup sederhana. Pasukan khusus didukung oleh unit mekanik dan unit senapan bermotor. Tapi dalam beberapa hal, pertempuran di Aleppo tidak seperti Grozny, kita punya masalah di sini bahwa kita harus melindungi warga kota. Akibatnya, pasukan khusus tidak berani menggunakan kekuatan unit altileri secara berlebihan. Pada kondisi ini, akhirnya Pasukan Khususlah yang harus terjun langsung dalam pertempuran perkotaan.

Sebenarnya, pasukan Suriah mempunyai sumberdaya yang sangat cukup untuk meratakan kota. Tetapi, perintah langsung dari Assad, penduduk kota harus dilindungi. Tindakan dari pasukan khusus harus selektif dan terukur. Padahal, yang mereka hadapi juga bukan sekedar pasukan pemberontak. Didalamnya terdapat banyak veteran tempur dari berbagai negara yang sangat berpengalaman. Hal inilah yang mengakibatkan, kemajuan tempur menjadi sangat lambat.

Sementara itu, pelatihan pasukan pemberontak dalam perang perkotaan juga dilakukan oleh para profesional yang hebat. Beberapa hari yang lalu, kami telah mengeliminasi posisi di salah satu distrik di Aleppo. Hasilnya, banyak diantara anggota pasukan pemberontak yang tewas berwajah eropa. Sebagian diantaranya sangat saya kenal sebagai veteran dari pasukan elit berbagai negara. Bahkan banyak diantaranya masih dinas aktif. Kami telah menemukan dokumen-dokumen identifikasi pasukan pemberontak yang tewas banyak diantaranya berasal dari Rusia, Ukraina, serta berbagai negara Asia Tengah.

Bahkan, beberapa elit tempur pasukan pemberontak yang tewas ada yang berasal dari Rusia, berpaspor Chechnya yang diterbitkan dari Rayon Noschaj-Jurtowsk, di Malgobek di Ingushetia,  Vladikavkaz dan Tskhinvali. Kami membuat salinan dari semua dari mereka dan memberikan laporan ke kedutaan kami.

Apakah Pasukan Pemberontak Suriah memiliki kemungkinan untuk memenangkan pertempuran?

Secara militer, hampir mustahil mereka dapat memenangkan pertempuran. Tentara Khusus Suriah adalah tentara yang sangat berpengalaman, dan sebagian berkat pelatihan dari instruktur kami. Sedangkan, saat ini, secara diam-diam Rusia telah mengirimkan sistem pertahanan terbarunya akan memperkuat pertahanan udara Suriah. Pasukan NATO sekalipun akan berfikir dua kali untuk menggempur langsung Damaskus.

Apakah Anda pernah harus berhadap-hadapan dengan mantan rekan-rekan Anda dalam pertempuran di Suriah?

Misi khusus yang dilakukan di Damaskus beberapa waktu yang lalu, pasukan kami berhasil menghabisi kekuatan utama divisi tempur pasukan pemberontak. Pada salah satu gedung yang dijadikan markas komando mereka, kami menemukan berbagai identitas dari mereka yang tewas. Hampir sebagian besar berasal Turki. Banyak diantaranya yang masih tercatat sebagai tentara aktif.

Yang sangat mengejutkan dalam temuan kami, diantara yang tewas terdapat seorang kolonel yang berasal dari pasukan khusus Ukraina. Saya masih mengingatnya secara pribadi. Dia pernah bersama saya dalam satu peleton ketika sama-sama di akademi militer. Temuan mengejutkan kami lainnya dari salah satu yang berhasil kami bunuh di tim elit pasukan pemberontak adalah  seorang kapten, yang berasal dari Tatarstan. Berdasarkan catatan militer yang dimilikinya,  dia adalah seorang sniper yang sangat terlatih.

 

Sumber: http://argumenti.ru/world/n360/207006


Comments

 
By: - Desember 27, 2012 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • No Related Posts

  • Copyright © 2012 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"