Home | HEADLINE

TegarTV - Rusia Semakin Memperkuat Pertahanan Udara Suriah

Share To: Telah Dibaca: 1378 Kali

Mengantisipasi penggelaran rudal Patriot di sepanjang perbatasan Turki-Suriah, Rusia juga tidak mau tinggal diam. Penasihat militer Rusia saat ini juga telah mencebur langsung ke arena perlombaan senjata dan secara langsung mengoperasikan beberapa sistem pertahanan udara Suriah yang juga sangat canggih   – sesuatu yang akan semakin menyulitkan setiap intervensi Barat masa depan.

Para penasihat militer Rusia telah dikerahkan untuk menginstalasi dan mengupgrade sistem rudal darat ke udara sejak  revolusi Suriah pecah 21 bulan lalu. Hebatnya, mereka bergerak secara diam-diam, dan sagat sulit untuk dilacak oleh mainstream media Barat.

Kedalaman dan kompleksitas pertahanan anti-pesawat  Suriah memiliki implikasi yang sangat signifikan bagi kampanye zona larangan terbang atau dalam bentuk serangan udara yang akan dilangsungkan oleh Barat. Apalagi dengan memperhitungkan kemungkinan korban militer dari Rusia dalam kampanye tersebut, maka bisa memiliki konsekuensi geopolitik tak terduga.

Serangan udara terhadap depot senjata kimia berpotensi akan menyebarkan gas mematikan di wilayah yang luas, memicu bencana kemanusiaan. Pasukan khusus AS dan sekutu  memang telah dilatih untuk merebut pangkalan udara di mana hulu ledak disimpan, tetapi tidak jelas apa langkah berikutnya setelah pangkalan tersebut dapat direbut. Padahal, secara fisik tidak mungkin untuk menerbangkan ratusan hulu ledak luar negeri, sementara itu disisi lain juga harus menyediakan ribuan tentara untuk menjaga gudang selama berbulan-bulan. Konsekuensinya, tentara Barat dengan mudah bisa menjadi target kelompok-kelompok Islam yang melawan pemerintah di Damaskus.

Suriah bukanlah Libya yang mudah ditundukkan. Upgrade sistem pertahanan yang disuplai oleh Moskow, jauh lebih hebat daripada yang dimiliki oleh Libya yang hanya mengandalkan rudal SAM.

Rusia jauh lebih berkepentingan terhadap Suriah ketimbang terhadap Libya. Suriah adalah salah satu benteng terakhir Rusia dalam melawan pengaruh Barat , dan merupakan tumpuan wilayah terhadap Mediterania, dimana di daerah tersebut terdapat sebuah pangkalan angkatan laut kecil di Tartus.

Mayor Jenderal Alexander Leonov, Panglima Angkatan Udara Rusia, mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Suriah adalah kekuatan yang tidak main-main. Belum pernah ada negara satupun yang pernah menghadapi kekuatan sistem pertahanan udara sebenarnya yang dimiliki oleh Suriah saat ini.  Jadi, jangan pernah main-main dengan sistem pertahanan udara Suriah, siapapun orangnya. Demikian tegas Mayor Jenderal Alexander Leonov.

Hanya sedikit yang diketahui oleh umum mengenai perkiraan kekuatan pertahanan udara Suriah. Saat ini, paling tidak Suriah memiliki dua divisi angkatan udara dengan jumlah sekitar 50.000 tentara (dua kali jumlah tentara Muammar Gaddafi ) dengan ribuan senjata anti-pesawat dan lebih dari 130 baterai rudal anti-pesawat.

Menurut Jeremy Binnie, Rusia saat ini juga memperkuat sistem pertahanan udara Suriah dengan Buk-M2 dan Pantsyr-S1 (dikenal sebagai SA 22-NATO ). Sementara ini berdasarkan laporan intelejen Israel dan juga Barat, Rusia telah melakukan pengapalan  rudal super canggih S-300 secara rahasia.

Padahal, sangat berbeda dengan Libya ataupun irak yang suka pamer kekuatan senjata, Suriah cenderung menutup diri dan jarang memamerkan kekuatan persenjataan mereka yang sebenarnya. Kekuatan sistem pertahanan udara Suriah sangat misterius sampai dengan saat ini.


Comments

 
By: - Desember 24, 2012 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • Kapolres Metro Berharap Polwan Semakin Solid
  • Jabhat al-Nusra Adalah Mimpi Buruk Kepentingan Barat di Suriah
  • Moskow Mengakui Kemungkinan Kemenangan Tentara Oposisi Suriah
  • Intervensi Militer AS Ke Suriah Sedang Dalam Tahap Persiapan
  • Sabtu Besok, Permainan Timnas Akan Semakin Hebat

  • Copyright © 2012 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"