Home | HEADLINE

TegarTV - Sleman Merupakan Pintu Masuk Utama Peredaran Narkoba Di Yogya

Share To: Telah Dibaca: 341 Kali

Yogya – Kabupaten Sleman adalah pintu gerbang utama masuknya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya. Sebab, kabupaten ini adalah jalur pokok masuknya kendaraan dari Jawa Tengah di sisi timur dan barat. Apalagi Bandar Udara Adisutjipto juga masuk wilayah Sleman. 

“Dari arah timur ada Klaten, dari Barat ada Magelang dan Purworejo Jawa Tengah, semua akses utama ke Daerah Istimewa Yogya melalui Sleman,” kata Kasatserse Narkoba Polres Sleman Ajun Komisaris Heri Yugo, Rabu 12 Desember 2012. 

Di Sleman, wilayah paling rawan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya berada di kecamatan Depok. Ada alasan yang bisa diterima kenapa kecamatan itu sangat rawan. Yaitu kegiatan perkonomian Sleman banyak berada di Depok, banyak kampus dan mahasiswa yang berada di daerah itu. Juga banyaknya tempat-tempat hiburan yang sering digunakan sebagai tempat transaksi. 

Terbukti, masuknya narkotika dan obat-obatan berbahaya melalui Bandar Udara Adisutjipto sering terjadi. Beberapa kurir jaringan narkotika dan obat-obatan berbahaya kelas internasional pernah ditangkap. Jaringan itu memanfaatkan penerbangan internasional dari Singapura atau Malaysia ke Yogya. 

Masuknya narkotika dan obat-obatan berbahaya dari jalur darat pun disinyalir sering terjadi. Namun, mata rantai perdagangan ilegal itu sering terputus. Konsumen narkotika dan obat-obatan berbahaya hanya memesan melalui telepon atau sms. “Mata rantainya terputus, konsumen tidak bertemu dengan pengedar, hanya mengambil di suatu tempat yang disepakati,” kata dia. 

Para pengguna narkotika dan obat-obatan berbahaya, rata-rata sabu dan ganja biasanya awalnya hanya ikut-ikutan lalu mencoba. Karena sering dilakukan maka menjadi kecanduan. Hingga awal Desember 2012 ini, sudah ada 39 kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya yang ditangani polisi. Jumlah tersangkanya sebanyak 69 orang dan beberapa sudah divonis hukuman penjara. 

Terakhir, polisi Sleman menangkap tiga orang pengguna ganja. Mereka adalah Wawok, Angki dan Kucai. Barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat 3,60 ganja. Setelah dikembangkan juga didapati di tempat tersangka ganja seberat 55,54 gram di rumah Angki di Kecamatan Kraton, Yogya. “Wawok dapat barang dari Titus di Sidoharjo Jawa Timur,” kata Heri. 

Wawok, asal Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul itu mengaku sudah satu tahun mengonsumsi ganja. “Sudah satu tahun ini saya konsumsi ganja,” kata dia di kantor Satuan Reserse Narkotika dan obat-obatan berbahaya Kepolisian Resor Sleman. 

 

Sumber: Tempo.co


Comments

 
By: - Desember 13, 2012 | Copyright @ Tegartv.com | Alright Reserved.
 

ARTIKEL TERKAIT


  • Daftar Developer Nakal Di Sleman, Yogya
  • Ketua DPP Granat Gelar Sosialisasi Narkoba Di Kecamatan Banjit Way Kanan
  • Liburan Akhir Tahun, Hotel di Yogya Menerapkan Aji Mumpung
  • Slank Melakukan Wisata Religius di Yogya
  • Modus Kenakalan Pengembang Perumahan Di Sleman

  • Copyright © 2012 TegarTV · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"